DARI KUANTITAS KE TOTALITAS: MAKNA TEOLOGIS PERSEMBAHAN JANDA MISKIN DALAM LUKAS 21:1–4 DAN RELEVANSINYA BAGI SPIRITUALITAS KRISTIANI
DOI:
https://doi.org/10.56358/ejr.v17i1.521Kata Kunci:
Persembahan janda miskin, Lukas 21:1–4, Makna teologis, Spiritualitas kristiani, Totalitas diriAbstrak
Kisah janda miskin dalam Lukas 21:1–4 menghadirkan refleksi teologis yang mendalam tentang makna memberi dalam kehidupan beriman. Dalam praktik religius, tindakan memberi kerap dipahami secara kuantitatif dan lahiriah, sehingga mengabaikan dimensi batiniah dan spiritualitas yang mendasarinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna teologis persembahan janda miskin sebagai ungkapan totalitas diri dalam relasi dengan Allah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan teologis-eksegetis, melalui analisis konteks literer, historis, dan teologis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persembahan janda miskin merupakan tindakan iman yang radikal, karena ia memberi bukan dari kelimpahan, melainkan dari kekurangannya, yang mencerminkan kepercayaan total kepada Allah. Dengan demikian, perikop ini menegaskan keutamaan kualitas iman dibandingkan kuantitas materi serta menjadi kritik terhadap religiositas yang bersifat formalistik dan dangkal.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Reinha

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
3.jpg)


