DIALOG INTERRELIGIUS DAN IMPLIKASINYA BAGI PELAYANAN PASTORAL GEREJA MARIA RATU PARA RASUL CURAHJATI
DOI:
https://doi.org/10.56358/ejr.v17i1.517Kata Kunci:
Dialog Interreligius, Pelayanan Pastoral, Pluralitas Agama, Curahjati, Pastoral KontekstualAbstrak
Artikel ini mengkaji praktik dialog interreligius dan implikasinya bagi pelayanan pastoral di Gereja Maria Ratu Para Rasul Curahjati, Banyuwangi, dalam konteks masyarakat yang majemuk. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan dan pengamatan terhadap praktik pastoral di wilayah pusat paroki. Hasil kajian menunjukkan bahwa dialog interreligius diwujudkan dalam kerjasama budaya-liturgis, kerja sama keamanan lintas agama, serta pelayanan sosial dan kemanusiaan. Praktik-praktik tersebut menunjukkan bahwa dialog tidak hanya menjadi gagasan teologis, tetapi hadir sebagai kesaksian iman yang nyata dalam kehidupan bersama. Temuan ini menegaskan bahwa dialog interreligius menjadi dasar pembaharuan pelayanan pastoral yang lebih terbuka, inklusif, partisipatif, dan kontekstual. Dengan demikian, pelayanan Gereja tidak hanya memperkuat kehidupan iman umat, tetapi juga mendorong terbangunnya persaudaraan, toleransi, dan kesejahteraan bersama di tengah masyarakat multireligius.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Reinha

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
3.jpg)


