MEMBANGUN KESADARAN HIDUP BERKOMUNITAS DI INDONESIA MELALUI AKU “KOMUNITER”: PERSPEKTIF ARMADA RIYANTO
DOI:
https://doi.org/10.56358/ejr.v16i2.472Kata Kunci:
Penyerangan, Hidup Komunitas, Warga Indonesia, Toleransi, KrisisAbstrak
Penulis memfokuskan tulisan ini pada buku Relasionalitas, karya Armada Riyanto dengan membahas tema “Komuniter” (Ajektif) sebagai “Aku”. Metodologi penulisan ini adalah membaca, memahami dan merefleksikan tema tersebut agar dapat menjadi tulisan yang baik. Penulis juga menggunakan literatur lainnya untuk mendukung tulisan ini. Tulisan ini membahasan pada tema komunitas dalam kehidupan sebagai warga Indonesia. Argumen penulis membahas tentang penyerangan sebuah rumah yang digunakan untuk beribadah di Sukabumi. Peristiwa penyerangan tersebut mencerminkan rendahnya kesadaran akan sikap menghargai sebagai satu komunitas yaitu Indonesia. Penulis menemukan adanya tindakan main hakim sendiri. Oknum-oknum tersebut merasa terganggu dengan kegiatan ibadah. Mereka tidak memanfaatkan komunikasi yang ada dengan baik. Penulis menemukan bahwa pihak yang dirugikan merasa kehilangan hak mereka untuk beribadah. Selain itu, peristiwa tersebut membuat situasi toleransi menjadi tidak stabil. Realitas ini mencoreng dasar undang-undang tentang menghargai hak semua orang untuk beribadah. Kesadaran akan hidup komunitas sebagai masyarakat Indonesia menjadi turun.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Reinha

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
3.jpg)


