STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK: ANTARA KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN SPIRITUALITAS PANGGILAN

Authors

  • Anastasia Bita STKPK Bina Insan Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56358/ejr.v17i1.539

Keywords:

Guru Pendidikan Agama Katolik, Kompetensi Pedagogik, Spiritualitas Panggilan, Pengembangan Guru

Abstract

Pendidikan Agama Katolik berperan penting dalam membentuk karakter moral, dan spiritualitas peserta didik. Namun, beberapa daerah di , khususnya di Kalimantan Timur, masih mengalami kekurangan guru PAK sehingga sekolah melibatkan guru seagama dari bidang lain maupun lulusan teologi, filsafat dan mantan calon imam (Frater) untuk mengajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kompetensi pedagogik dan spiritualitas panggilan dalam pembelajaran PAK serta mengidentifikasi strategi pengembangan guru yang relevan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis jurnal, buku, dokumen Gereja, regulasi pemerintah dan sumber pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berlatar belakang teologi, filsafat, dan mantan calon imam memiliki kekuatan dalam spiritualitas dan pendalaman iman, tetapi Sebagian masih memerlukan penguatan kompetensi pedagogik. Sebaliknya, kompetensi pedagogik tanpa spiritualitas yang memadai dapat mengurangi dimensi pembinaan iman dalam pembelajaran. Oleh karena itu, kompetensi pedagogik dan spiritualitas panggilan merupakan dua aspek yang saling melengkapi. Pengembangan guru dapat dilakukan melalui pelatihan pedagogik, Kelompok Kerja Guru (KKG), mentoring, pemanfaatan teknologi Pendidikan, serta kerja sama antara sekolah, pemerintah dan Gereja.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-06-18

How to Cite

Bita, A. . (2026). STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK: ANTARA KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN SPIRITUALITAS PANGGILAN. JURNAL REINHA, 17(1), 66-80. https://doi.org/10.56358/ejr.v17i1.539