AJARAN CINTA KASIH SEBAGAI LANDASAN ETIKA DI MEDIA SOSIAL BAGI ORANG MUDA KATOLIK
DOI:
https://doi.org/10.56358/ejr.v17i1.519Keywords:
Cinta Kasih, Etika Digital, Media Sosial, Orang Muda KatolikAbstract
Latar belakang penelitian ini adalah realitas keterlibatan OMK yang aktif berinteraksi dan berekspresi di ruang digital namun belum sepenuhnya diimbangi dengan kesadaran etis. Tujuan penelitian adalah untuk merumuskan bentuk etika yang berlandaskan ajaran cinta kasih (agape) bagi Orang Muda Katolik (OMK) di ruang digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan teologis deskriptif yang menggunakan teknik pengumpulan data studi pustaka dan teknik analisis deskriptif kualitatif. Relevansinya adalah dengan membagikan renungan harian dan refleksi pribadi, menghindari hoaks dan ujaran kebencian, serta mempublikasikan tulisan, gambar, dan video yang memotivasi dan inspiratif. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada upaya pengintegrasian ajaran cinta kasih (agape) sebagai landasan etika bagi OMK di ruang media sosial. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa aktualisasi ajaran cinta kasih dapat diwujudkan dengan praktik etika digital berupa penggunaan bahasa yang penuh kasih, menolak ujaran kebencian dan perundungan siber, serta penyebaran konten positif dan inspiratif. Berbagai praktik ini dapat menjadi acuan praktis bagi OMK dalam membangun relasi yang sehat dan bertanggung jawab di ruang media digital.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2026 JURNAL REINHA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
3.jpg)


