DUALISME YOHANES YANG NON-DIKOTOMIS: TERANG-GELAP, ATAS-BAWAH, DAN ROH-DAGING SEBAGAI STRUKTUR PEWAHYUAN
DOI:
https://doi.org/10.56358/ejr.v17i1.509Keywords:
Dualisme, Injil Yohanes, Inkarnasi, Kristologi, PewahyuanAbstract
Penelitian ini membahas dualisme dalam Injil Yohanes, khususnya terang-gelap, atas-bawah, dan roh-daging. Dualisme ini kerap ditafsirkan secara dikotomis atau bahkan cenderung gnostik. Melalui pendekatan teologis-biblis dengan analisis eksegetis-naratif dan sintesa kristologis, penelitian ini berargumen bahwa dualisme Yohanes bukan merupakan pembelahan ontologis antara realitas ilahi dan manusiawi, melainkan berfungsi sebagai struktur pewahyuan yang mengarahkan pembaca pada dinamika relasional iman. Analisis terhadap teks-teks kunci Injil Yohanes menunjukkan bahwa oposisi-oposisi tersebut berpusat pada peristiwa inkarnasi kristiani sebagai kunci hermeneutik yang menyatukan dimensi ilahi dan manusiawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terang-gelap menyingkapkan dinamika relasional, kehadiran Allah dan keputusan iman manusia, atas-bawah menegaskan asal pewahyuan dan pengutusan Kristus, sementara roh-daging mengartikulasikan respons iman yang bersifat eksistensial. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pembacaan non-dikotomis memandang dualisme Yohanes sebagai struktur pewahyuan kristologis yang koheren, yang mengintegrasikan inisiatif Allah dan respons manusia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2026 JURNAL REINHA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
3.jpg)


